BERITA TERKINIDAERAHOku

Bukan Narasi Atau Berandai-Andai Tapi inilah Karya Jurnalis.

HLD Ogan Komering Ulu.OKU, Saya Bambang lewat media cetak dan online yang bernama Tabloid LINTAS DINAMIKA saya menulis setiap berita.bukan narasi ataupun berandai andai.namun terkadang setiap tulisan kami tak pernah di hargai.lewat jari tangan ini saya coba menuliskan cerita kegidupan kami para pewarta berita(wartawan)

Bambang seorang jurnalis media LINTAS DINAMIKA Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dengan mengemban jabatan sebagai Ka.biro OKU Raya ingin bercerita sedikit tentang dunia jurnalis.

Ini fakta terkadang para pencari berita tak mampu berbuat dan berkata, tekadang rasa takut menghantui. Padahal, wartawan adalah orang bebas, wartawan bebas menulis apa yang Ia lihat dan Ia dengar berdasarkan fakta dan hati nurani, sesuai dan menjunjung tinggi kode etik dan UU Pers.

Dikutip dari salah satu berita di dunia sosmed, ” Wartawan tidak memiliki kategori status sosial yang pasti, pagi Ia bisa ngobrol dengan abang becak, Siang Ia bisa makan bersama para pejabat, sore Ia bisa bincang-bincang dengan pemuka agama dan malam Ia juga “bisa” berada di cafe, diskotik, dan Bar.”

Setiap hari Ia menyapa publik dengan informasi, tak peduli Informasi yang disajikan itu diapresiasi atau dicaci. Untuk memenuhi kewajibannya terhadap publik, wartawan memberikan informasi berdasarkan kebenaran yang diyakininya benar dan wajib chek and richek, terkadang risiko nyawa tanpa Ia sadari mengancam dirinya dan keluarganya.

Sungguh profesi yang amat agung, dimana seorang wartawan berperan besar dalam seluruh aspek kehidupan, mencatat sejarah, kemerdekaan Indonesia dikumandangkan keseantero dunia melalui media oleh seorang wartawan.

Al-quranul karim, Al – hadist pun hasil dari pada kegigihan Para sahabat Nabi didalam mencatatkan wahyu dari ILLAHI yang turun kepada para Nabi dan mencatatkan hadist yang disampaikan kepada Rasulullah kepada umatnya kala itu.

Mengingat dan mengkaji begitu penting peran wartawan dalam sendi – sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, namun mengapa kini wartawan dibungkam dengan pasal 310, 311, UU ITE, dan upaya paksa mempidanakan wartawan dengan cara – cara yang sangat bertentangan dengan UU Pers dan KIP bahkan HAM.

“Lebih lanjut”Wartawan tak perlu dibungkam, wartawan tak perlu dipidana, wartawan itu hanya butuh dibina dan diawasi dengan profesional dan menjadikan UU Pers sebagai satu – satunya alat mengontrol, mengawasi kebebasan Pers di negeri ini.

Wartawan bukan untuk ditakuti, wartawan bukan untuk dibasmi, Wartawan itu adalah mitra bagi pemerintah,TNI dan Polri, wartawan penentu masa dapan sebuah bangsa dan kemajuan sebuah negara serta pertahanan negara.

Wahai para pejabat, jangan engkau takut kepada wartawan, jangan engkau takut pada kami yang mengemban tugas “kontrol sosial” Bangsa bahkan Dunia. Dunia pemerintahan tak akan maju, serta informasi baik cetak mau pun online dan radio tak tersebar di seluruh pelosok negeri, bila tak adanya seorang jurnalis (Bambang)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button