BERITA TERKINIDAERAHTulang Bawang

Kadis Ketahanan Pangan Tuba Sosialisasi P2KP.

Poto, Lahan Ubi/Singkong Yang Di Kelola Masyarakat Kab. Tulang bawang,Selasa 28/8/2018.

TULANG BAWANG,LD_ Upaya implementasikan peraturan Presiden Nomor 22 tahun 2009″ Ir.Nurman Syah selaku kepala dinas ketahanan pangan kabupaten tulang bawang,optimis percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal,yang ditindak lanjuti oleh peraturan Menteri pertanian nomor 43 tahun 2009,tentang gerakan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumberdaya lokal.

‘Menurut Ir.Nurman Syah selaku kepala dinas ketahan pangan,kabupaten tulang bawang,kepada rekan media lintas dinamika.com begitu sederhana,bila dilakukan pemberdayaan wanita untuk mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi keluarga.

Upaya ini dilakukan dengan membudidayakan berbagai jenis tanaman sesuai kebutuhan pangan keluarga seperti aneka umbi,buah, sayuran,serta budidaya ternak kecil dan ikan sebagai tambahan untuk ketersediaan pangan sumber karbohidrat,Vitamin,Mineral,dan protein bagi keluarga pada kawasan perumahan sehingga berbentuk sebuah kawasan yang kaya akan sumber pangan yang diproduksi sendiri dari hasil optimalisasi pekarangan.

Pendekatan ini tentunya akan dilakukan dengan cara mengembangkan pertanian berkelanjutan (subtainable Agriculture), untuk lebih mengutamakan sumberdaya lokal disertai dengan pemanfaatan pengetahuan lokal sehingga kelestarian alampun terjaga.

‘Hal ini bertujuan untuk mengembalikan budaya masyarakat,kembali pada pola kosumsi pangan pokok asalnya,melalui penyediaan bahan pangan lokal selain beras.

Perbaikan kualitas konsumsi pangan masyarakat melalui penurunan konsumsi beras dan peningkatan konsumsi pangan pokok seelai beras yang diimbangi dengan konsumsi pangan hewani,sayuran dan buah.

Dan lebih utama ‘kata kadis Ir.Nurman Syah,selaku kepala dinas ketahanan pangan tuba,pemanfaatan pangan lokal yang bersumber pada aneka ubi,sagu,pisang,sukun,labu kuning sudah banyak dikembangkan menjadi tepung.

‘Selanjutnya, aneka tepung diharapkan dapat diolah sebagai bahan pangan pokok yang dapat menyubtitusi beras dan terigu sebagai sumber karbohidrat.

Melalui alat teknologi pengelolaan pangan dapat dikembangkan “Nasi Non Beras” yang dapat disandingkan dengan “Nasi Beras” sebagai menu makanan sehari – hari serta mendorong,dan mengembangkan penganekaragaman pangan khususnya berbasis aneka tepung berbahan baku lokal.

Melalui percepatan penganekaragaman komsumsi pangan (P2KP) adalah untuk memfasilitasi dan mendorong terwujudnya pola konsumsi pangan yang beragam,bergizi,seimbang dan aman (B2SA),serta meningkatkan kesadaran, peran dan partisipasi masyarakat,dalam mewujudkan pola konsumsi pangan beragam,bergizi,seimbang,dan aman (B2SA) serta mengurangi ketergantungan terhadap terhadap bahan pangan pokok beras.

Selain bertujuan meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat dalam mewujudkan pola konsumsi pangan beragam,bergizi,seimbang dan aman (B2SA) serta menurunnya tingkat ketergantungan masyarakat terhadap bahan pangan tertentu dengan pemanfaatan pangan lokal serta meningkatkan partisipasi kelompok wanita dalam pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi keluar ‘tutupnya. (bandarudin/tim).

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button