Pembangunan Irigasi Way Gemol Hancur,Pejabat PUPR Tubaba Terkesan Mangkir Dari Kantor.

0

Poto,Masyarakat petani Pemilik lahan irigasi way gemol tubaba.

TULANG BAWANG BARAT |Kepala Dinas Pekerjaan umum dan Penata Ruang (PUPR) kabupaten Tulang Bawang Barat Terkesan Buang Badan,Terkait hancurnya Pembangunan Irigasi yang baru seumur jagung,tepat ditiyuh Gedung Ratu,kecamatan Tulang Bawang udik,Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Hampir tiap Harinya Dinas PUPR tubabar dijumpai LD,untuk menjumpai pejabat berwenang,namun tidak Pernah Ada ditempat. 

“Menurut Salah satu Pengawas PUPR yang pada saat dihubungi melalui viaselluler (HP),”Hartadi” mengatakan Mereka dengan jajarannya akan melalukan rapat serta akan surve kelapangan meninjau lokasi Pembangunan Irigasi ditiyuh Gedung ratu yang dimaksut.

BACA BERITA INI:http://lintasdinamika.com/uncategorized/bupati-tubaba-diduga-tutupmata-terkaut-disiplin-asn-di-dinas-pupr-sehingga-waktu-jam-kerja-pukul-3-soresudah-tutup-pintu/

‘Menyikapi pemberitaan Pembangunan Irigasi way gemol,”Hartdi” enggan memberikan komentar,namun ia berharap agar LD bisa memberikan sedikit waktu untuk ia dan kepala bidangnya bermusyawarah.

Sampai batas waktu yang diberikan kamis (10/1) Sekira pukul (16.57) wib “Hartadi” dihubungi melalui viaselluler, mengatakan kalau teman wartawan untuk bertemu Kabid Pengairan,tolong tunggu,karena sampai saat ini dirinya belum Bertemu kabid,semoga aja tidak Habis bulan januari bisa Bertemu, ungkapnya dengan Nada humor.

Menyikapi Ungkapan,”Hartadi”  LD mengatakan untuk permisi untuk Bertemu kelapa dinas PUPR tubabar, “Hartadi” menjawab,agar persoalan ini cukup ia,dan Kepala bidangnya Saja,yang diajak bicara dan bertemu tutupnya.

‘Hal ini tentu mengundang kekesalan warga Gedung ratu,serta sekaligus pemilik Lahan tanah,yang dipakai dinas PUPR tubabar,untuk membangun Irigasi way gemol,yang tidak diberikan konpenisasi,oleh Pemerintah daerah setempat.

“Rasa Kecewa Sudarmono dan para warga sekaligus petani sawah,terlepas saat wartawan Lindas Dinamika, menyambangi pekerjaan fisik, Peningkatan Jaringan Irigasi Way Gemol, ditiuh Gedung Ratu,Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat,jum’at (4/1) sekira pukul 3 wib.

Kekecewaan “Sudarmono” sampaikan, Lahan yang ia miliki sekitar 2 Ht,lalu datanglah seseorang menghampiri rumahnya lalu berkata “Maaf Pak” boleh gak,tanah bapak dipakai untuk irigasi, dengan singkat saya berkata,”Boleh” hal ini saya kira cuma I (satu) jalur, ehh ternyata II (dua) jalur,dalam lahan tanah saya yang dipakai untuk Peningkatan Jaringan Irigasi Way Gemol.

‘Hal ini,tentu saya merasa dirugikan,baik dari Luasan Lahan Tanah,mau pun Tanaman yang Rusak Akibat Banjir Bandang, beberapa Hari yang Lalu, dampak dari Air Irigasi,yang dibuat oleh rekanan Dinas PUPR Tubabar.

‘Selanjutnya,Sudarmono menambahkan, saluran masuk air kesawah – sawah petani cepat,” Namun” untuk keluarnya Air dari sawah – sawah Petani begitu sulit,hingga membanjiri Tanaman Padi para Petani hingga Mati.

“Hal ini,”Masyarakat pemilik hak berharap,kepada Dinas terkaid,Serta Bupati Tulang Bawang Barat,agar dapat perduli terhadap masyarakatnya, terutama bagi warga yang memiliki Tanah yang dipakai untuk Peningkatan Jaringan Irigasi Way Gemol “ungkapnya.

“Dilokasi yang sama Tim DPD Lembaga Swadaya Masyarakat LSM (LIR-TUBABAR) HERI BOM,mengatakan pemasangan papan informasi atau plang nama tertulis Pekerjaan,.Pembangunan Jaringan Irigasi seharusnya tulisan tersebut pada plang nama Peningkatan Jaringan Irigasi,lalu kemudian diatas plang nama tertulis CV. BUJUNG PERING seharusnya PT. BUJUNG PERING.

Ketidak jelasan Informasi dipapan nama proyek terkesan Pihak Dinas PUPR Kabupaten Tulang Bawang Barat,” Tutup Mata” hingga Para nama Konsultan Pengawas tidak tertulis atau dicantumkan (kosong) Seperti gambar diatas,” Menurut Heri Bom kepada media,seharusnya tertulis PT.BUJUNG PERING,hal ini terkesan menunjukkan rekanan yang  kurang profesional atau kurang pengalaman lalu ataukah telah terlatih membuat plang nama kegiatan, dibuat salah-salah agar menyamarkan suatu informasi kepada khalayak umum sehingga bisa menimbulkan multi tafsir oleh masyarakat yang turut melakukan pengawasan serta pemantauan kegiatan tersebut.

“Menurut Heri Bom,hal yang lebih miris lagi saat melihat hak Lahan Tanah masyarakat dipakai untuk mendukung suatu pembangunan”Namun,masyarakat pemilik hak merasa “dirugikan” serta hak nya dirampas secara paksa,tanfa mengedepankan kemanusian.

‘Lanjutnya,selaku sosial kontrol dari Lembaga Swadaya Masyarakat (Lsm) LIR_TUBABAR,” Tentunya dia akan, melakukan dengan cara Persuasif,atau menyurati Dinas PUPR Tubabar,secara deteil terhadap Proyek Pembangunan Irigasi Tahun 2018 yang telah tersebar di -7 Kecamatan,atau 23 tiuh se Tubabar.

Karena Peningkatan Jaringan Irigasi yang tersebar di 23 tiuh,bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani, “Namun” berbeda kenyataan yang dirasa dan didapat oleh para masyarakat tani ditiuh Gedung Ratu,Kecamatan Tulang Bawang Udik,semenjak pembangunan peningkatan jaringan irigasi dibuat,yang ada malah merusak tanaman, disebabkan dari air masuk kesawah mudah,lalu keluarnya sulit, ” Hingga” Padi yang ditanam para petani hilang tenggelam ‘tutupnya.

Rilis : Bandarudin.

Editing :JN.Group.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here